Mataharimulai menampakkan dirinya di pelupuk
langit, menyebar diiringi selir angin yang menderu kericau burung menambah
sambutan di pagi itu. Terlihat seorang yeoja menatap kelangit membanyangkan
setiap lekuk wajah namja yang sangat dirindukannya.
Membayangkan tawa dan senyum namja itu, tak
jarang yeoja itu menangis dalam diamnya menahan rindu yang tak dapat lagi di
bendungnya ‘maaf kan aku’ hanya kata-kata itu yang terbayang jika ia ingat akan
kenangan 2 bulan lalu.
Kejadian itu, kesalahan itu, tak ada yang
dapat mengetahui apa yang akan terjadi dengan pilihan yang diambil, tetapi
yeoja itu tetap menyalahkan dirinya sendiri mengutuk setiap keputusann yang
diambilnya, mengutuk semua kebohongan yang dialakukannya, mengutuk dirinya sendiri
karena melukai banyak hati yang disayanginya termasuk namja itu.
Namja yang selalu ada untuk nya, namja yang
selalu mencintainya dengan tulus, ia telah melukai hatinya membuatnya
merasakann sakit yang tak terhingga sehingga merubah
kehidupannya.
Tapi ia tetap tidak bisa memperbaiki
kesalahan yang telah di perbuatnya membuatnya hidup dalam penyesalan dan rasa
sakit yang tak terhingga, tak pernah lagi terlihat senyum diwajah cantiknya
hari-harinya dilalui dengan kelam.
2 bulan
yang lalu…
Deruan angin menghambur di
padang ilalang membuat ilalang itu terlihat menari ditemani kicau burung, terlihat seorang yeoja menari-nari
gembira ditengah ladang ilalang itu.
Ia tak sendiri seorang namja
tampan menemaninya dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya, “oppa.., kenapa
kau terus menatapku…” ucap yeoja yang di panggil ji kyung itu.
Namja itu hanya tersenyum penuh
arti menatap setiap lekuk wajah ji kyung dengan seksama, entah mengapa namja
yang biasa di penggil yesung itu terus menerus menatap wajah yeoja yang di
cintainya.
“aku tidak ingin kehilanganmu..,” ucap namja itu dengan
tatapan lembut, tak tau apa arti dari rasa yang di rasaknnya saat itu, yang
pasti ia tak ingin kehilangan yeoja yang sangat di cintainya itu.
Setiap detik mereka lalui dengan
tawa dan senyum bahagia, tak ada rasa gelisah yang menyelimuti perasaan mereka.
“oppa.., sepertinya kita harus
berpisah..” ucap ji kyung dengan tatapan sedih, tawa lembut dari wajah yesung
pun menghilang menyerap setiap kata yang baru saja di ucapkan ji kyung.
“oppa.., apa yang kau pikirkan
kenapa wajahmu begitu menyeramkan ..?, yang ku maksud itu..” tunjuk ji kyung pada
gerombolan orang yang dikenalnya.
Seketika wajah yesung berubah
menjadi lembut, menatap yeoja yang berdiri berhadapan dengannya itu, “ yaa.., hyung
cepatlah.., kita tak punya banyak waktu..” teriak salah seorang diantara
gerombolan itu.
Tanpa di aba-aba yesung memeluk
yeoja yang berdiri di hadapannya itu merasakan detak jantung yeoja itu, tak tau
kapan ia akan memeluk yeoja itu lagi.
“aku akan cepat kembali…”
bisiknya pada ji kyung. Semua orang yang berada disana tersenyum lembut bahkan
kyuhyun yang terkenal akan kejahilannya pun tersenyum lembut kearah ji kyung
dan yesung.
Tetapi ada satu orang yang
terlihat kehilangan senyumnya ketika melihat yesung memeluk ji kyung, wajah
namja itu berubah kelam entah apa yang terjadi dengan perasaannya waktu itu.
Suara deru mobil yang membawa yesung sudah menghilang di
kejauhan, tetapi ji kyung tak sedikitpun mengalihkan pandangannya pada jalan
berbatu itu.
“maaf kan aku oppa...,” ucapnya parau, ji kyung terus
menangis dalam diamnya, tak mengerti apa yang menyebabkan rasa itu tiba-tiba
timbul dalam hatinya, bukankah ini pilihannya tetapi mengapa kini ia
menyesalinya menyesali setiap ucapan yang diucapkannya, menyesali kejadian
waktu itu.
>>>>
Ditatapnya foto yang terpajang di dinding kamarnya dengan
tangis, terlihat seorang namja dan yeoja menggunakan pakaian yang sangat formal
sang namja terlihat sangat tampan dan sempurna.
“oppa...., maaf kan aku..,” ucapnya dalam hati, ia
mematung berdiri menghadap foto itu, menangis terisak sekeras mungkin berharap
kejadian itu tidak terjadi, berharap kedua orang tuanya membatalkan kejadian
terkutuk itu.
Langkah kakinya terlihat berat menapaki jalan yang
terlihat sepi dan lenggang, pikirannya menguap begitu pula perasaan nya
menghilang ditengah teriknya matahari yang menatapnya dengan sedih.
Langkahnya terhenti begitu tiba di depan mobil hitam yang
sepertinya sudah menunggunya sejak lama, namja yang sejak tadi menunggunya
hanya membungkuk hormat dan meletakkan koper yang di bawa ji kung ke dalam
bagasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar