Sabtu, 01 Desember 2012

it has to be you..,



Mataharimulai menampakkan dirinya di pelupuk langit, menyebar diiringi selir angin yang menderu kericau burung menambah sambutan di pagi itu. Terlihat seorang yeoja menatap kelangit membanyangkan setiap lekuk wajah namja yang sangat dirindukannya.

Membayangkan tawa dan senyum namja itu, tak jarang yeoja itu menangis dalam diamnya menahan rindu yang tak dapat lagi di bendungnya ‘maaf kan aku’ hanya kata-kata itu yang terbayang jika ia ingat akan kenangan 2 bulan lalu.

Kejadian itu, kesalahan itu, tak ada yang dapat mengetahui apa yang akan terjadi dengan pilihan yang diambil, tetapi yeoja itu tetap menyalahkan dirinya sendiri mengutuk setiap keputusann yang diambilnya, mengutuk semua kebohongan yang dialakukannya, mengutuk dirinya sendiri karena melukai banyak hati yang disayanginya termasuk namja itu.

Namja yang selalu ada untuk nya, namja yang selalu mencintainya dengan tulus, ia telah melukai hatinya membuatnya merasakann sakit yang tak terhingga sehingga merubah kehidupannya.

Tapi ia tetap tidak bisa memperbaiki kesalahan yang telah di perbuatnya membuatnya hidup dalam penyesalan dan rasa sakit yang tak terhingga, tak pernah lagi terlihat senyum diwajah cantiknya hari-harinya dilalui dengan kelam.

2 bulan yang lalu…

                Deruan angin menghambur di padang ilalang membuat ilalang itu terlihat menari ditemani kicau burung, terlihat seorang yeoja menari-nari gembira ditengah ladang ilalang itu.

                Ia tak sendiri seorang namja tampan menemaninya dengan senyum yang terus menghiasi wajahnya, “oppa.., kenapa kau terus menatapku…” ucap yeoja yang di panggil ji kyung itu.

                Namja itu hanya tersenyum penuh arti menatap setiap lekuk wajah ji kyung dengan seksama, entah mengapa namja yang biasa di penggil yesung itu terus menerus menatap wajah yeoja yang di cintainya.
               
“aku tidak ingin kehilanganmu..,” ucap namja itu dengan tatapan lembut, tak tau apa arti dari rasa yang di rasaknnya saat itu, yang pasti ia tak ingin kehilangan yeoja yang sangat di cintainya itu.

                Setiap detik mereka lalui dengan tawa dan senyum bahagia, tak ada rasa gelisah yang menyelimuti perasaan mereka.

                “oppa.., sepertinya kita harus berpisah..” ucap ji kyung dengan tatapan sedih, tawa lembut dari wajah yesung pun menghilang menyerap setiap kata yang baru saja di ucapkan ji kyung.

                “oppa.., apa yang kau pikirkan kenapa wajahmu begitu menyeramkan ..?, yang ku maksud itu..” tunjuk ji kyung pada gerombolan orang yang dikenalnya.

                Seketika wajah yesung berubah menjadi lembut, menatap yeoja yang berdiri berhadapan dengannya itu, “ yaa.., hyung cepatlah.., kita tak punya banyak waktu..” teriak salah seorang diantara gerombolan itu.

                Tanpa di aba-aba yesung memeluk yeoja yang berdiri di hadapannya itu merasakan detak jantung yeoja itu, tak tau kapan ia akan memeluk yeoja itu lagi.

                “aku akan cepat kembali…” bisiknya pada ji kyung. Semua orang yang berada disana tersenyum lembut bahkan kyuhyun yang terkenal akan kejahilannya pun tersenyum lembut kearah ji kyung dan yesung.

                Tetapi ada satu orang yang terlihat kehilangan senyumnya ketika melihat yesung memeluk ji kyung, wajah namja itu berubah kelam entah apa yang terjadi dengan perasaannya waktu itu.

Suara deru mobil yang membawa yesung sudah menghilang di kejauhan, tetapi ji kyung tak sedikitpun mengalihkan pandangannya pada jalan berbatu itu.

“maaf kan aku oppa...,” ucapnya parau, ji kyung terus menangis dalam diamnya, tak mengerti apa yang menyebabkan rasa itu tiba-tiba timbul dalam hatinya, bukankah ini pilihannya tetapi mengapa kini ia menyesalinya menyesali setiap ucapan yang diucapkannya, menyesali kejadian waktu itu.

>>>> 

Ditatapnya foto yang terpajang di dinding kamarnya dengan tangis, terlihat seorang namja dan yeoja menggunakan pakaian yang sangat formal sang namja terlihat sangat tampan dan sempurna.

“oppa...., maaf kan aku..,” ucapnya dalam hati, ia mematung berdiri menghadap foto itu, menangis terisak sekeras mungkin berharap kejadian itu tidak terjadi, berharap kedua orang tuanya membatalkan kejadian terkutuk itu.

Langkah kakinya terlihat berat menapaki jalan yang terlihat sepi dan lenggang, pikirannya menguap begitu pula perasaan nya menghilang ditengah teriknya matahari yang menatapnya dengan sedih.

Langkahnya terhenti begitu tiba di depan mobil hitam yang sepertinya sudah menunggunya sejak lama, namja yang sejak tadi menunggunya hanya membungkuk hormat dan meletakkan koper yang di bawa ji kung ke dalam bagasi.

“maaf..” ucap namja itu sambil menatap ji kyung dengan sedih, “kenapa wanita sebaik dirimu harus mendapatkan takdir seperti ini..”batin namja itu. Tak banyak kata yang keluar dari mulut namja itu, hanya sebuah ungkapan kesedihan.

Minggu, 12 Agustus 2012

1 (first.&&%%@$%$^^*)

The One I Love


if love can't be selected, or choose.

genre : romance, hurt.

if this is the story of a fairy tale
i want to keep with you, choose you as someone who i love and i need
but this is not a fairy tale..,

quotes :

ji kyung
 " kita hanya bisa merencanakan, keputusan sepenuhnya ditangan tuhan"

yesung 
" takdir tidak terjadi begitu saja, apa yang kita pilih itu lah yang akan menjadi takdir kita"

donghae 
" aku memilih mu bukan tanpa alasan, aku memilihmu karna takdir mempersatukan kita"

eun ri 
" kau tidak ditakdirkan bersamanya, kau ditakdirkan bersama ku"



author part

aura ke emasan surga menampakkan dirinya di pelupuk langit, menyebar di iringi selir tarian angin yang menderu. nyayian burung pilihan menambah lengkap keindahan pagi itu.

semuanya nampak indah dengan hari yang penuh warna,dengan hati yang riang, dengan canda yang lepas. terkecuali satu.


ji kyung part

"abeoji.., sudah ku katakan aku tidak setuju...," teriakan itu menggema dirumah besar yang bertuliskan 'Lee House Family' semua pelayan yang sedang sibuk dengan pekerjaannya, sontak terdiam.sudah hampir seminggu rumah mewah itu ribut dengan penolakan-penolakan keras dari ku.

"sebuah perjodohan.. dengan anak sahabat abeoji..., hah..., dan lagi dia seorang artis., apa abeoji sudah tidak mau melihat ku lagi.., abeoji tahu kan para fans-nya bisa membunuhku..," cerca ku dengan emosi.

"abeoji ini bukan sebuah drama.., ini nyata.., dan ini hidup ku..," tambah ku. hubungan persahabatan, janji. apa itu bisa di jadikan sebuah alasan untuk ritual sakral seperti pernikahan.

apa yang terjadi sebenarnya, kenapa semua ini terjadi kepada ku, apa salahku sehingga hidup ku di campur tangan abeoji. hidup yang ku rencanakan hancur berantakan, bagai abu yang di tiup selir angin.

sudah berpuluh-puluh kali aku menolak perjodohan ini tapi abeoji bersikeras untuk tetap melakukannya, dan yang lebih parah perjodohan itu akan dilaksanakan hari ini tepat tanggal 6 april.

dan, kenapa harus aku yang di jodohkan bukan eun ri saudara tiri ku. kenapa aku , bukan kah eun ri lebih cantik, lebih feminim, lebih cerdas, lebih, lebih, lebih. lebih dari diri ku.

"abeoji aku tidak mau...," untuk kesekian kalinya ku teriakkan kata-kata itu, penolakan yang ku lakukan tak di gubris sedikitpun oleh abeoji.

"ini.., namja yang dipilih eomma mu..,"

ini namja yang dipilihkan oleh eomma, apa benar. ataukah hanya alasan abeoji. pikiran ku melayang, aku tertegun dalam diam, tak dapat berkata. dan tidak memiliki kata-kata untuk di ucapkan.

"hyejin.., temani ji kyung ke salon, bawa dia ke 'lotte hotel seoul' tepat jam 6" perintah abeoji.



6 april 2012, kyung ae salon
16:45

sudah lebih dari setengah hari aku disiksa di tempat mengerikan ini, cairan-cairan aneh dengan bau menyengat di oleskan ke rambutku.

"nona.., pejamkan mata anda saya tidak bisa merias wajah anda.." ucap pegawai salon yang dari tadi menyiksaku dengan cairan aneh.

apa dia belum cukup menyiksaku, ini lebih berat dari teror para fans yang menggila. tiba-tiba saja ucapan abeoji tadi pagi menggema di kepalaku.

lagi-lagi pertanyaan bodoh itu terlontar dari pikiran ku, 'apakah benar ini namja yang di pilihkan oleh eomma.., apa ini bukan alasan abeoji..'

akal sehat ku berperang antara percaya dan menolak percaya. ini seperti kejadian yang sudah direncanakan semuanya begitu sempurnya. seperti kejadian dalam drama.

"nona.., anda sudah selesai di rias, sekarang kita akan mengganti pakaian anda.." ucap hyejin menyadarkan ku dari pikiran-pikiran bodoh.

deretan pakaian-pakaian indah menyambut ku ketika pintu hijau itu di buka. ugh, ini semua mini dress apa tidak ada t-shirt dan jeans.

"apa ini pakaian ku.." tunjuk ku ragu pada mini dress berwarna putih ,high heels dengan warna cream lembut dan tas putih dengan hiasa permata, saat kami berhenti di depannya.


pakaian itu memang terlihat cantik, tapi tetap saja aku membenci itu semua. argh, kenapa aku tidak bisa menyusun rencana untuk kabur dari tampat mengerikan ini.


^^^^


"yakk.., bantu aku.., apa kau sudah bosan melihat aku berjalan dengan kaki ku sendiri.." ucap ku saat hyejin terdiam setelah membuka pintu mobil.

udara sore ini kenapa dingin sekali, aish ini pasti karena aku memakai mini dress ini. argh, kenapa harus berjalan sejauh ini high heels ini menyiksa ku melebihi siksaan para fans yang cemburu.

"nona.., cara berjalan anda aneh sekali, tidak bisa kah biasa saja.."

aish, kau menyebalkan sekali seharian ini lihat saja esok. kau pasti tidak akan bisa berjalan lagi. argh, apa lagi yang dapat menyiksaku.

"yakk.., kau pikir mudah berjalan dengan menggunakan high heels ini..." omel ku, apa dia tidak kawatir melihat ku, bisa saja aku terpeleset dan mematahkan kaki ku.

argh, ini gara-gara namja itu. kalau saja pertunangan ini tidak ada pasti aku tidak pernah memakai benda mengerikan ini.

^^^^

"annyeong haseyeo.., lee ji kyung imnida.." ucap ku memperkenalkan diri pada namja di hadapan ku.

"annyeong haseyeo.., lee donghae imnida..," sahutnya dengan seulas senyum. wajah namja ini sepertinya pernah ku lihat tapi dimana.

kini abeoji sibuk berbicara tentang bisnis dan masa depan dengan tuan dan nyonya lee. masa depan, apa yang mereka rencanakan atas masa depan ku dan namja bernama lee donghae itu.

"donghae-ya.., ajaklah ji kyung berjalan-jalan sebentar kelihatannya dia bosan hanya duduk diam.." ucap nyonya lee lembut.

berjalan-jalan apa aku masih kurang tersiksa, bagaimana caranya aku berjalan dengan high heels ini.

"ayo.., " ucap donghae sambil mengulurkan tangannya pada ku. argh sepertinya aku harus memesan kamar rumah sakit.

"ne.." sahut ku menerima uluran tangannya. langkahku terasa melayang, aku benar-benar membenci benda ini.

"gwaenchanaeyo.." tanyanya.

"aku tidak terbiasa menggunakan benda mengerikan ini.." tunjuk ku pada high heels putih yang ku kenakan.

ini benar-benar menyiksa, kenapa ini terjadi pada ku. bukankah ini dunia nyata bukan dunia drama yang penuh dengan melancholi.

namja itu hanya tertawa ringan, aish kenapa dia terlihatbegitu tampan ketika tersenyum seperti itu. sadarlah, sadarlah, aku tidak boleh seperti ini. aku harus membuat namja ini tidak menyukaiku dan membatalkan pertunangan ini.

aku dimintanya duduk disampingnya ketika kami sampai dibalkon hotel ini pemandanagnnya sungguh indah walaupun suasananya sedikit gelap.


donghae part

"apa kamu.., tahu siapa aku..?" tanya ku sedikit gugup, yeoja ini sungguh cantik dia seperti bidadari.

"tidak.." sahutnya sambil menggeleng ringan. apa? dia tidak tahu siapa aku, apa dia tidak tehu dengan boy band super junior?.

"sungguh..," tanya ku memastikan. dia hanya mengagguk ringan dan tersenyum menatapku, aigo, senyumannya membuat jantungku berdebar lebih cepat dari sebelumnya.

"apa kamu tahu boy band super junior..?" tanya ku untuk kesekian kalinya, dia menatapku dalam.

"apa.., kau seorang penyanyi..?, member boy band super junior..?," tanyanya bertubi-tubi.

aku terpaku, " ne..," sahutku singkat. dia hanya tertawa ringan, tawanya, rasanya jantungku sebentar lagi akan meloncat dari tempatnya.

"ternyata abeoji benar-benar menjodohkan ku dengan seorang artis.." celetuknya. dia sungguh tidak tahu siapa aku.



Sabtu, 21 Januari 2012

^^



Super Junior is mine... 
just it.., kekekekeke...








Super Junior is mine...